Dalam hitungan jam, tahun 2025 akan segera menjadi bagian dari catatan sejarah yang telah kita lalui bersama. Seperti siklus tahunan sebelumnya, perjalanan dua belas bulan ini bukanlah rute yang selalu mulus tanpa hambatan bagi setiap orang. Kita melewati hari-hari yang terasa biasa saja, namun tak jarang pula berhadapan dengan badai yang menguras seluruh tenaga serta pikiran. Di tengah hiruk-pikuk dunia, sering kali muncul pertanyaan-pertanyaan mendalam yang mungkin tidak selalu membutuhkan jawaban instan, melainkan kesediaan untuk merenung dan berdamai dengan keadaan.
Mengenang kembali setahun ke belakang berarti mengakui bahwa ada momen-momen sulit yang memaksa kita untuk bertumbuh melampaui batas kemampuan diri. Ketabahan bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan kemampuan untuk tetap berdiri tegak meski beban yang dipikul terasa kian berat di pundak. Setiap lelah dan luka yang kita rasakan sebenarnya adalah bukti autentik bahwa kita adalah pribadi yang tangguh dalam melewati berbagai tempaan hidup. Kita belajar bahwa keberanian bukan hanya tentang kemenangan besar, tetapi tentang keputusan untuk terus melangkah saat segalanya terasa tidak pasti.
Namun, jika kita berhenti sejenak dan mulai menghitung satu per satu berkat yang telah diterima, kita akan menyadari bahwa harapan selalu menemukan jalannya. Sering kali kita terlalu fokus pada tantangan besar, hingga melupakan tangan Tuhan yang menopang secara tak terlihat di masa-masa paling kritis. Syukur adalah kunci utama yang membuka perspektif baru, mengubah setiap beban menjadi pelajaran berharga dan setiap ujian menjadi kesaksian akan kasih-Nya. Sampai di detik ini, kita masih bertahan bukan karena kekuatan pribadi semata, melainkan karena penyertaan yang sempurna.
Kini, tahun 2026 telah menanti di ufuk timur dengan segala misteri dan potensi yang mungkin menyertainya dalam waktu dekat. Kita tidak memiliki jaminan bahwa beban tahun depan akan lebih ringan atau tantangan yang ada akan berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, kita dapat memilih untuk melangkah dengan iman dan pengharapan yang teguh sebagai kompas utama penunjuk arah. Terang yang kita miliki mungkin tidak selalu besar dan menyilaukan, namun pastinya cukup untuk menerangi satu langkah tepat ke depan guna menghindari ketersesatan.
Marilah kita lepaskan tahun 2025 dengan hati yang penuh syukur atas segala dinamika yang telah mendewasakan jiwa kita secara luar biasa. Sambutlah tahun yang baru dengan keberanian untuk kembali bermimpi dan tekad untuk tetap setia pada proses kehidupan yang sedang berjalan. Selamat tinggal 2025 dan selamat datang 2026, sebuah lembaran bersih yang siap kita tuliskan dengan tinta ketekunan dan iman. Kita percaya sepenuhnya bahwa sampai di titik ini Tuhan telah menolong, dan Dia pula yang akan menyertai langkah kita selanjutnya—Ebenhaezer.
No comments yet. Be the first to share your thoughts!